01 Home 02 Services 03 Our Family 04 Our Partners 05 Our Story 06 Blog 07 Career 08 Contact 09 VIP Member
News June 12, 2026

Di Balik Senyum Sempurna Pulau Dewata: Film 'Rumah Kedua' Mengungkap Sisi Sunyi Dunia Hospitality

ARM ARM Hospitality Team
Di Balik Senyum Sempurna Pulau Dewata: Film 'Rumah Kedua' Mengungkap Sisi Sunyi Dunia Hospitality

BALI – Industri pariwisata Bali kerap didefinisikan oleh standar pelayanan yang tanpa cela. Namun, di balik seragam rapi dan sapaan ramah para pekerjanya, tersimpan narasi tentang pergolakan batin yang jarang disuarakan. Potret humanis inilah yang dihidupkan dengan apik oleh ARM Hospitality melalui film pendek Rumah Kedua, yang sukses mengharu biru penonton pada pemutaran perdananya di XXI Trans Studio Mall, Denpasar, Jumat (12/6/2026).

Desmond Gay (Chairman of 52Studio) dan Ronny Soetanto (CEO of ARM Hospitality) Menandatangani Signatory Board Rumah Kedua

Kisah Baskara, Perantau yang Menelan Duka dalam Diam

Film ini mengikuti jejak Baskara (diperankan oleh Aris, 27), seorang perantau asal Banyuwangi yang mempertaruhkan nasib di industri hospitality Bali. Lewat lensa kamera, penonton diajak menyelami beban batin Baskara yang harus meninggalkan ayahnya yang sakit keras di kampung halaman. Narasi mencapai titik paling menyayat hati ketika ia menerima kabar kepergian sang ayah, namun tuntutan profesionalisme memaksanya menelan kedukaan itu bulat-bulat dan melanjutkan pekerjaannya seolah dunianya tak sedang runtuh.

"Film ini menggambarkan perjuangan, pengorbanan, serta dilema yang sering dihadapi banyak orang dalam perjalanan hidup mereka."

— Ronny Soetanto, CEO ARM Hospitality

Bagi Ronny, karya ini adalah manifestasi idealisme yang ia rawat selama lima tahun untuk menyoroti sisi terdalam kemanusiaan di dunia hospitality. Visinya terwujud nyata lewat kolaborasi lintas negara yang solid antara ARM Hospitality Indonesia, J.Karpenter Singapura, dan 52 Studios Singapura.

Rendy Juliansah (Agus), Cleve (Film Director) dan Aris (Baskara)

Rumah Kedua: Lebih dari Sekadar Ruang Singgah

Di bawah arahan sutradara Cleve Low dan produser Goh Wei Woon, judul Rumah Kedua berevolusi menjadi sebuah metafora. Ia menegaskan bahwa lingkungan kerja tidak seharusnya sekadar ruang persinggahan, melainkan tempat bernaung yang sarat kepedulian. Lewat film ini, ARM Hospitality juga menyematkan sebuah manifesto kuat: Hospitality is not about service, it is about commitment, integrity, passion, and love.

Melangkah ke Panggung Festival Internasional

Kini, karya lokal dengan napas internasional ini bersiap melangkah ke panggung yang lebih besar. Eksekutif Produser Goh Wei Woon mengonfirmasi bahwa Rumah Kedua akan segera berkompetisi di sirkuit festival film pendek di Singapura dan Yogyakarta.

Lebih dari sekadar sinema, film ini meninggalkan pengingat lembut: bahwa di balik setiap senyum yang menyapa Anda di Bali, ada hati manusia yang berdetak dan berjuang, mencintai, dan terkadang berduka dalam sunyi.

Your Gateway to Exclusive Perks

Register today for priority access, special benefits, and a truly seamless stay.

Join VIP